Come and See Inside

Gemesnya Adik Sepupuku …..

Memang menjadi anak satu-satunya itu tidak selamanya menyenangkan.
Ga selamanya anak satu-satunya itu dimanja, disayang, bahkan selalu dituruti segala permintaannya.

Ga usah jauh-jauh.
Contohnya guw.
Hahahahahaha …….

Memang terlahir sebagai anak satu-satunya membuat guw ingin punya adik.
Namun, mungkin Allah belum kasih ke Mama.
Ya suatu saat lah.
Rezeki ga akan kemana.
Hehe …..

Tapi guw ga terlalu sedih karena guw anak satu-satunya, karena guw mempunyai adik sepupu guw yang bisa dibilang lucu, manis dan imut.
Walaupun cuma sepupu.
Hhe ….

Namanya Adiva Putri Pertiwi.
Biasa dipanggil dengan “Diva”
Entah kenapa ortunya menggunakan nama “diva”.
Mungkin supaya anaknya bisa menjadi seorang Diva.
Hehe ….

Dia duduk di kelas 1 SD di SD Hang Tuah 7 dimana tempat Mama bekerja.
Yah, dikarenakan mama memang ingin Diva sekolah di tempat beliau bekerja agar bisa mengawasi.
Maklum, beliau udah mulai malas mengawasi guw.
Hahahahahahah …… :p

Setiap hari, beliau selalu cerita kepada guw dan Ayah tentang aktivitas Diva di sekolah.
Dan ternyata cukup lucu sekali.
Dari Diva yang pernah minta jajan ke Mama, tapi manggil ke Mama dengan sebutan “Bunda”, bukan “Bu Sri” atau “Bu Ugi”. Hingga Tali rafia yang selalu dikenakannya setiap hari Sabtu selalu hilang.

Tidak hanya disitu, setiap Diva main ke rumah guw. Dia langsung bilang “Bunda, Diva mau belajar ama Bunda. Ayo …. Ayo …”
Tak pelak membuat seisi rumah, termasuk guw tertawa lantaran tingkahnya yang polos.

Oleh sebab itu, Diva sangat disukai oleh ortu guw, tak terkecuali Ayah, yang biasanya diam jika ada tamu, kali ini “tersihir” akan kepolosan dan keluguannya.
Tak pelak, Ayah sering menggodanya.
Sering menggendongnya, dll.

Kalau guw beda lagi.
Guw sering memanggil Diva dengan sebutan “Pesek”.
Karena memang hidungnya yang pesek, dan entah mengapa. Setiap ada temen guw yang berhidung pesek, guw langsung tertawa, baik dalam hati ataupun secara terbuka.
Hahahahahaha ……

Hmm …..
Memang kayaknya Mama benar-benar merindukan momongan lagi.
Karena ga selamanya Diva akan selalu jadi “anak kecil”. Dia akan terus dewasa dan dewasa seiring waktu berjalan.

Diva …. Oh …. Diva ….
Mas Ferdi kangen ma kamu.
Kangen akan polosmu.
Kangen akan luguanmu.
Dan Kangen akan “Pesek”-mu.
Hha ….

 

http://www.gunadarma.ac.id

One response

  1. Ferdy, pergunakan bahasa Indonesia yang baik jangan bahasa gaul. ok

    May 5, 2012 at 3:26 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s