Come and See Inside

Etika Berpakaian Di Kampus

Belum ada hasil penelitian ilmiah yang menghubungakan antara mahasiswa yang suka pakai sandal dan kaos oblong ke kampus dengan rendahnya Indeks Prestasi. Tetapi dari pengamatan yang sederhana, bagi mahasiswa Indonesia yang suka pakai sandal dan kaos oblong menunjukkan gelagat tak serius untuk belajar.

Nah, yang tak serius, ogah-ogahan serta santai-santaian kuliah itulah yang biasanya ber-IP rendah-rendah atau IP Rotring.

Dari pandangan simpel saja, terkesan bahwa mahasiswa tersebut tak menghormati ilmu pengetahuan yang hendak ia cari. “Budaya” memakai sandal jepit dan kaos oblong masih bertahan sampai sekarang yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa.

Dalam peraturan akademik sebenarnya hal itu sangat dilarang tetapi entah mengapa budaya-budaya memakai sandal dan kaos oblong ke kampus dianggap bukan pelanggaran etika. Belum pernah ada juga kasus serius yang dijadikan sebagai kasus yang mengarah kepada hal yang indisipliner dan “memalukan”. Masih dianggap biasa sajalah.

Saya kerap mendapatkan jawaban dari mahasiswa ketika saya bertanya ringan kepadanya mengapa pakai sandal dan kaos oblong?. Begini jawabannya: “Bukan sandal dan kaos oblong yang kuliah Pak”. Saya hanya senyum-senyum saja. Mungkin mereka anggap kampus adalah rumahnya atau sebagai tempat nongkrong.

Sebetulnya cara ini sangat tidak mengundang simpati dari aspek sosial, psikologi dan atmosfir akademik. Tetapi seakan kebiasaan tersebut masih merupakan bagian dari ciri khas sebagian mahasiswa. Perlukah universitas dan fakultas memasang selebaran: “Mahasiswa Dilarang Pakai Sandal dan Kaos Oblong…!”. Ah rasanya berlebihan juga jika itu dilakukan.

Barangkali etika berpakaian di kampus belum menjadi sesuatu yang mengetuk etika kesadaran Anda ataukah sengaja berpenampilan seperti itu agar dipandang sebagai mahasiswa yang lain dari yang lain. Ataukah tetap pengen tampil beda. Ataukah ada rasa bangga tersendiri. Saya tak tahu. Saya tak mau disebut orang yang gila urusan. Persoalan sandal dan kaos oblong saja kok usil. Itu tidak subtantif dan tidak perlu dirisaukan.

Tetapi perlu diketahui karena sangat subtantif bahwa ilmu pengetahuan adalah “Cahaya”. Cahaya ilmu itu pertama kali menyambangi hati menyusul ke otak. Cahaya itu sangat perlu dihargai bukan dengan sandal jepit dan kaos oblong.

Yang perlu dipahami oleh mahasiswa bahwa memakai sandal dan kaos oblong menjadi penilaian tersendiri bagi dosen maupun masyarakat luar kampus bahwa Anda cukup katarak dalam memandang yang mana kampus dan mana toilet. Yang mana kampus dan yang mana bis kota, warung dan poskamling.

 

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/11/sandal-jepit-kaos-oblong-dan-ip-rotring/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s